Jumat, 02 September 2016

Tips Biar Gak Ngantuk Dikelas

Berikut ini ada beberapa tips buat kalian yang suka ngerasa ngantuk dikelas, karna ya kita tau kan rasa ngantuk itu gapernah jauh ketika lagi belajar dikelas. so far sefokus-fokusnya kita belajar rasa ngantuk itu tetep aja nempel bahkan gak jarang yang ngantuk malah sampe ketiduran, haha you know lah itukan salah satu penyakit anak pelajar dan banyak faktor juga yang mendukung adanya rasa ngantuk seperti begadang, makan makanan berat di pagi hari dan masih banyak faktor lain. Nah, sekarang aku mau kasih sedikit tips biar bisa ngusir rasa ngantuk dikelas, dijamin recomended banget deh! selamat membacaaa :)


 #1. Tidur yang cukup di malam hari
Kebiasaan begadang atau kurang tidur pada malam hari adalah hal pertama pencetus rasa mengantuk saat kita belajar di kelas. Oleh karena itu, cara paling ampuh yang pertama untuk mencegah ngantuk di kelas adalah tidur yang cukup pada malam hari.
Berdasarkan riset yang di lakukan oleh ahli kesehatan, jumlah waktu minimal untuk tidur pada malam hari idealnya adalah 5 jam. Jumlah waktu tidur yang di rekomendasikan untuk orang dewasa adalah 7 sampai 8 jam sehari, sedangkan buat kamu yang masih teenage atau remaja direkomendasikan tidur antara 8 sampai 9 jam sehari.
 #2 – Jauhkan kesibukan lain saat kamu akan tidur malam
Avelino Verceles, MD – salah seorang pakar kesehatan dari University of Maryland School of Medicine mengatakan bahwa, saat kamu akan tidur, hindarilah aktivitas lain yang berpotensi mengganggu waktu istirahat, misalnya menonton televisi, bermain video game, browsing internet dengan menggunakan laptop, dan sebagainya.
Hal ini bertujuan agar kamu bisa istirahat secara maksimal. Hal-hal yang mengganggu waktu istirahat dapat mengakibatkan kamu kesulitan tidur atau tidur tidak nyenyak.
#3 – Bangun pagi tepat waktu
Cewek remaja sangat di rekomendasikan untuk bangun pagi dan memulai aktivitas pada waktu yang konsisten, jika perlu pasang alarm yang bisa membangunkan kamu pada waktu yang telah di tentukan.
#4 – Olah raga ringan
Setelah kamu bangun tidur, ada baiknya untuk melakukan olah raga ringan seperti stretching dan jogging. Lakukan olah raga ringan setiap pagi selama 20 – 30 menit secara rutin.
Melakukan olah raga pagi secara rutin setiap hari, akan sangat terasa manfaatnya pada saat kamu sedang beraktivitas di siang hari. Badan akan terasa lebih fit, lebih ringan, dan tidak gampang kecapekan.
#5 – Makan pagi yang sehat
Jangan menganggap remeh sarapan yang kamu konsumsi di pagi hari. Makan pagi yang sehat bisa memberikan energi untuk tetap stay awake alias nggak ketiduran di kelas.
Konsumsi makanan sehat dengan protein tinggi, sayuran, dan karbohidrat yang seimbang. Hindari mengkonsumsi lemak berlebihan pada saat sarapan.
#6 – Stimulasi otak agar berfikir positif
Sebelum berangkat sekolah atau ke kampus di pagi hari, para pakar kesehatan juga menganjurkan kita untuk memberikan stimulasi ringan pada otak, dengan cara membaca artikel menarik di koran pagi, atau surfing website berita di internet. Nggak perlu banyak artikel yang di baca, cukup satu atau dua artikel saja.
Kamu bisa membaca artikel tersebut sambil mendengarkan musik yang menyenangkan agar kamu dapet mood yang baik di pagi hari.
#7 – Lakukan banyak interaksi pada saat kamu berada di kelas
Kelas sebenarnya adalah tempat yang menyenangkan untuk bersosialisasi dan berdiskusi. Oleh karena itu, untuk menghindari rasa mengantuk, kamu dapat melakukan berbagai interaksi, dengan sahabat, teman, atau bahkan gurumu
Duduklah di kursi barisan depan, walau pun kamu kurang suka duduk di depan. Dengan duduk di kursi terdepan, kamu memiliki peluang lebih banyak untuk berinteraksi dengan mata pelajaran yang di sampaikan oleh guru atau dosen.
Selama belajar, jangan ragu juga untuk melakukan diskusi atau tanya jawab yang sesuai dengan konteks pelajaran.
#8 – Rileks di dalam kelas
Selama mengikuti pelajaran, usahakan badan dan pikiran kita agar selalu berada dalam kondisi rileks atau santai.
Saat rasa penat, hilang fokus, atau mengantuk datang menyergap, tegakkan badan lalu sandarkan ke kursi dengan posisi yang tetap tegak sambil melemaskan bahu, lengan dan kaki dengan cara menggerakkannya secara ringan.
Jika di izinkan untuk makan permen dalam kelas, maka ada baiknya kamu mempersiapkan beberapa permen rasa peppermint agar bisa di emut di dalam kelas.
 #9 – Istirahat yang cukup
Pada saat jam istirahat, lakukan stretching atau peregangan ringan terutama pada bagian tangan, kaki dan pinggang.
Konsumsilah makan siang dalam jumlah atau porsi yang jumlah porsinya tidak terlalu besar, karena konsumsi makan siang yang berlebihan akan mengakibatkan rasa mengantuk yang tidak terkendali pada saat kamu melanjutkan pelajaran.
 #10 – Jauhi kipas angin atau pendingin ruangan
Kipas angin atau pendingin ruangan yang sejuk juga bisa menjadi faktor yang menyebabkan rasa mengantuk. Oleh karena itu, ada baiknya kamu menghindari duduk di dekat kipas angin atau pendingin ruangan.
Oke, demikian sedikit tips agar tidak ngantuk saat belajar di kelas atau di kampus. Semoga bisa bermanfaat buat kamu, dan jangan lupa klik like/share ya!

Budayakan membaca yaa :)

Kamis, 01 September 2016

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA

Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila menjadi cita-cita normatif di dalam penyelenggaraan negara. Secara luas Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia adalah visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ialah terwujudnya kehidupan yang menjunjung tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran akan kesatuan, berkerakyatan serta menjunjung tinggi nilai keadilan.

Ketetapan bangsa Indonesia mengenai pancasila sebagai ideologi negara tercantum dalam ketetapan MPR No. 18 Tahun 1998 tentang pencabutan dari ketetapan MPR No. 2 tahun 1978 mengenai Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada pasal 1 ketetapan MPR tersebut menyatakan bahwa pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 45 ialah dasar negara dari negara NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Dari ketetapan MPR tersebut dapat kita ketahui bahwa di Indonesia kedudukan pancasila sebagai ideologi nasional, selain kedudukannya sebagai dasar negara.

Pancasila sebagai ideologi negara yang berarti sebagai cita-cita bernegara dan sarana yang mempersatukan masyarakat perlu perwujudan yang konkret dan operasional aplikatif, sehingga tidak hanya dijadikan slogan belaka. Dalam ketetapan MPR No.18 dinyatakan bahwa pancasila perlu diamalkan dalam bentuk pelaksanaan yang konsistem dalam kehidupan bernegara.


| Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Negara |

Fungsi Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia adalah sebagai sarana pemersatu masyarakat, sehingga dapat dijadikan prosedur penyelesaian konflik, dapat kita telusuri dari gagasan para pendiri negara Indonesia tentang pentingnya mencari nilai-nilai bersama yang dapat mempersatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia.

Pada awal mulanya, konsep pancasila dapat dipahami sebagaicommon platform atau platform bersama bagi berbagai ideologi politik yang berkembang saat itu di Indonesia. Pancasila merupakan tawaran yang dapat menjembatani perbedaan ideologis di kalangan anggota BPUPKI. Pancasila dimaksudkan oleh Ir. Soekarno pada waktu itu yaitu sebagai asas bersama agar dengan asas itu seluruh kelompok yang terdapat di negara Indonesia dapat bersatu dan menerima asas tersebut.

Menurut Adnan Buyung Nasution, telah terjadi perubahan fungsi pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila yang sebenarnya dimaksudkan sebagai platform demokratis bagi semua golongan Indonesia. Perkembangan doktrinal pancasila telah mengubahnya dari fungsi awal pancasila sebagai platform bersama bagi ideologi politik dan aliran pemikiran sesuai dengan rumusan pertama yang disampaikan oleh Soekarno menjadi ideologi yang komprehensif integral. Ideologi Pancasila menjadi ideologi yang khas, berbeda dengan ideologi lain.

Pernyataan Soekarno ini menjadi jauh berkembang dan berbeda dengan pernyataan yang disampaikan oleh Prof. Notonagoro. Beliau melalui interprestasi filosofis memberi status ilmiah dan resmi tentang ideologi bagi masyarakat Indonesia. Yang pada mulanya pancasila sebagai ideologi terbuka sebuah konsensus politik, pancasila menjadi ideologi yang benar-benar komprehensif. Interprestasi ini berkembang luas, masif bahkan monolitik pada masa pemerintahan orde baru.

Pancasila dilihat dari sudut politik merupakan sebuah konsensus politik, yaitu suatu persetujuan politik yang disepakati bersama oleh berbagai golongan masyarakat di negara Indonesia. Dengan diterimanya pancasila oleh berbagai golongan dan aliran pemikiran bersedia bersatu dalam negara kebangsaan Indonesia. Dalam istilah politiknya, Pancasila merupakan common platform, atau common denominator masyarakat Indonesia yang plural. Sudut pandang politik ini teramat penting untuk bangsa Indonesia sekarang ini. Jadi, sebenarnya perkembangan Pancasila sebagai doktrin dan pandangan dunia yang khas tidak menguntungkan kalau dinilai dari tujuan mempersatukan bangsa.

Banyak para pihak sepakat bahwa pancasila sebagai ideologi negara atau bangsa merupakan kesepakatan bersama, common platform dan nilai integratif bagi bangsa Indonesia. Kesepakatan bersama bahwa pancasila sebagai ideologi negara inilah yang harus kita pertahankan dan tumbuh kembangkan dalam kehidupan bangsa yang plural ini.
Berdasarkan uraian di atas, maka makna pancasila sebagai ideologi negara Indonesia sebagai berikut :
(1) Nilai-nilai dalam pancasila dijadikan sebagai cita-cita normatif dari penyelenggaraan bernegara di Indonesia.
(2) Nilai-nilai dalam pancasila merupakan nilai yang telah disepakati bersama dan oleh karenanya menjadi salah satu sarana untuk menyatukan masyarakat Indonesia.

Implementasi pancasila sebagai ideologi negara atau nasional, sebagai berikut :

1. Perwujudan Pancasila Sebagai Cita-cita Bernegara
Perwujudan pancasila sebagai ideologi negara yang berarti menjadi cita-cita penyelenggaraan bernegara terwujud melalui ketetapan MPR No.7 tahun 2001 mengenai Visi Indonesia Masa Depan. Dalam ketetapan tersebut menyatakan bahwa Visi Indonesia Masa Depan terdiri atas 3 visi, yaitu :
– Visi ideal ialah cita-cita luhur bangsa Indonesia sebagaimana dimaksudkan dalam UUD 45 yaitu pada alinea kedua dan keempat.
– Visi antara, yaitu visi bangsa Indonesia pada tahun 2020 yang berlaku samapai dengan tahun 2020.
– Visi lima tahunan, yaitu sebagaimana dimaksudkan dalam GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara).
Menurut Hamdan Mansoer, mewujudkan bangsa yang religius, manusiawi, demokratis, bersatu, adil dan sejahtera pada dasarnya merupakan upaya menjadikan nilai-nilai pancasila sebagai cita-cita bersama. Bangsa yang demikian merupakan ciri dari masyarakat madani Indonesia. Sebagai suatu cita-cita, nilai-nilai pancasila diambil dimensi idealismenya. Sebagai nilai-nilai ideal, penyelenggaraan negara hendaknya berupaya bagaimana menjadikan kehodupan bernegara Indonesia ini semakin dekat dengan nilai-nilai ideal tersebut.

2. Perwujudan Pancasila Sebagai Kesepakatan atau Nilai Integratif Bangsa
Nilai Integratif Perwujudan pancasila sebagai ideologi negara yang berarti bahwa pancasila sebagai sarana pemersatu dan prosedur penyelesaian konflik perlu pula dijabarkan dalam praktik kehidupan bernegara. Nilai integratif pancasila mengandung makna bahwa pancasila dijadikan sebagai sarana pemersatu dalam masyarakat dan prosedur penyelesaian konflik. Masyarakat Indonesia telah menerima  pancasila sebagai sarana pemersatu, yang artinya sebagai suatu kesepakatan bersama bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya disetujui sebagai milik bersama. Pancasila dijadikan semacam social ethics dalam masyarakat yang heterogen.

Pancasila sebagai kesepakatan diartikan sebagai konsensus bahwa dalam hal konflik maka lembaga politik yang diwujudkan bersama akan memainkan peran sebagai penengah.
Apakah pancasila dapat digunakan secara langsung mempersatukan masyarakat dan mencegah konflik ?. Jawabannya tidak, tetapi prosedur penyelesaian konflik yang dibuat bersama, baik yang meliputi lembaga maupun aturan itulah yang diharapkan mampu menyelesaikan konflik yang terjadi di masyarakat. Fungsi pancasila sebagai ideologi negara dalam hal ini yaitu sebagai pembuatan prosedur penyelesaian konflik, nilai-nilai pancasila menjadi landasan normatif bersama.

Nilai-nilai pancasila hendaknya mewarnai setiap prosedur penyelesaian konflik yang ada di dalam masyarakat. Secara normatif dapat dinyatakan bahwa penyelesaian suatu konflik hendaknya dilandasi oleh nilai-nilai religius, nilai kemanusiaan, mengedepankan persatuan, menjunjung tinggi prosedur demokratis dan berujung pada terciptanya keadilan.

Sekian pembahasan pengertian pancasila sebagai ideologi negara dan fungsi pancasila sebagai ideologi negara, semoga tulisan saya mengenai pengertian pancasila sebagai ideologi negara dan fungsi pancasila sebagai ideologi negara dapat bermanfaat.


RESENSI BUKU KUMPULAN CERPEN "THE ADVENTURE OF ME"

Hallo, selamat datang di didot blog :) kali ini saya akan berbagi ilmu pelajaran bahasa Indonesia jenjang SMA kelas XII mengenai pembuatan resensi buku kumpulan cerpen. Inilah salah satu hasil resensi buku kumpulan cerpen yang saya buat dan dalam hal ini sebagai gambaran bagaimana meresensi buku kumpulan cerpen, semoga bermanfaat!




JUDUL CERPEN                                 : The Adventure Of Me
PENGARANG                                     : Klub Meteor Gemilang
PENERBIT                                           : Rumah Ide
TAHUN                                                : 2013
JUMLAH HALAMAN                        : 154 halaman

                Sebuah buku kumpulan cerpan karya Klub Meteor Gemilang dengan tebal 154 halaman ini memiliki keistimewaan tersendiri. Buku ini sangat menarik minat membaca masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja dan anak-anak. Didalam buku ini terdapat cerpen demi cerpen yang mampu menginspirasi para pembaca karna cerpen yang disajikan dalam buku tersebut dikaitkan berdasarkan pengalaman masing-masing penulis dalam kehidupan nyata. Buku ini juga membuat pembaca selalu merasa ingin tahun dari cerpen yang satu ke cerpen yang lainnya.
                Klub Meteor Gemilang yang terdiri dari Ali Anvari, siswa kelas 6 sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin, tinggal di kab. Bandung, putra dari Anna Farida dan Anwar, Zahra Dzakiyah siswi SMP Labschool Bandung, tinggal di Cimahi putri dari Ammy Ramdhania dan Syarif Hidayat, Izzah Dienillah Azzahra siswi kelas 6 Sekolah Interaksi Gemilang Mutafannin tinggal di Bandung Barat putri dari Nandjar Nugraha dan Wiyana Anarita, Raihan Qonita Azzahra siswi kelas 6 Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin tinggal di Bandung Barat putri dari Neneng Munajah dan Budhi Suharto dan yang terahir Afifah Alya Inayati siswi kelas 5 Sekolah Interaksi Gemilang Mutafannin tinggal di Bandung Barat putri dari Driawan Adiyono dan Ambar Dwi Retnaningsih. Mereka adalah para penulis-penulis cilik yang memiliki kemampuan menulis yang baik dan memiliki ide-ide yang kreatif dalam menulis dan mengkreasikan suatu cerita berdasarkan pengalaman mereka. Cerita yang mereka tulis memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing serta didominasi dengan bahasa sehari-hari sehingga kesan dalam cerpen yang mereka buat tidak terasa kaku sehingga siapapun dapat membaca dan memahami isi cerpen tersebut.
                Alur yang digunakan dalam buku kumpulan cerpen ini adalah alur campuran, yaitu menggunakan alur maju juga alur mundur. Meskipun demikian, cerpen-cerpen yang disajikan membuat pembaca penasaran dengan isi dan masalah inti cerpen tersebut. Cara pengarang menggambarkan tokoh-tokoh didalam cerpen ini sedikit berlainan dengan cara pengarang lain dalam menulis cerpen.
                Gaya bahasa yang digunakan oleh para penulis dianggap sebagai bahasa yang baru dan berbeda. Klub Meteor Gemilang banyak menggunakan bahasa gado-gado yang membuat para pembaca sedikit kurang memahami makna kalimat yang tertulis dalam cerpen sehingga para pembaca pun harus menerka-nerka kembali setiap kalimat dalam cerpen. Klub Meteor Gemilang pandai menyusun kisah demi kisah yang mereka karang mnjadi cerpen sehingga pembaca tertarik akan keunikan cerpen tersebut. Didalam buku kumpulan cerpen ini juga terdapat latar suasana yang berbeda disetiap ceritanya.
                Buku kumpulan cerpen berjudul The Adventure Of Me ini menceritakan tentang kehidupan para pelajar yang memiliki pengalaman luar biasa didalam petualangan seru mereka. Beberapa cerita didalam buku kumpulan cerpen ini juga berisi tentang khayalan mereka mengenai imajinasi yang mengellingi benak mereka dan rasa penasaran mereka.
                 Dengan segala macam ide dan kreativitas yang mereka torehkan dalam sebuah cerpen mampu menginspirasi para pembaca serta meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia di masa kini.


                

Selasa, 30 Agustus 2016

20 Cara Alami Atasi Jerawat

20 Jenis obat tradisional alami untuk menghilangkan jerawat berikut ini adalah kumpulan beberapa obat alami yang dipercaya memiliki khasiat untuk mengatasi jerawat. Oleh karenanya jika anda memiliki masalah dengan jerawat anda bisa mencoba salah satu ramuan dibawah ini, selain menggunakan alami juga bebas resiko bagi wajah anda.

Apa itu jerawat? Dan apa saja penyebab jerawat itu? dua pertanyaan tersebut sebenarnya telah terjawab pada artikel yang kami tulis sebelumnya. Memang sangat penting untuk mengetahui seputar jerawat dan jenis-jenisnya serta penyebab mengapa jerawat bisa muncul. Dengan tahu akan hal itu tentu membuat kita jadi lebih paham bagaimana melakukan penanganan yang tepat sehingga tak bertambah parah.

Mengobati jerawat menggunakan obat-obatan alami yang merupakan bahan-bahan tradisional dari alam merupakan cara terbaik yang bisa dicoba. Karena bahan-bahan alami mengandung banyak sekali manfaat bagi kesehatan manusia. Selain itu bahan alami lebih mudah didapatkan dan lebih murah jika dibandingkan dengan obat kimia. Menggunakan obat-obatan berbahan kimia memang tak dilarang namun sebaiknya harus sesuai resep dokter.

Cara menghilangkan jerawat obat tradisional image

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Tradisional Dengan 20 Jenis Obat Alami

Dan bagi anda yang penasaran akan jenis-jenis tanaman apa yang memiliki khasiat untuk mengobati jerawat, berikut beberapa jenis obat tradisonal untuk menghilangkan jerawat serta bekasnya pada wajah.

#1 Kayu manis dan Madu
Dua bahan ini merupakan kombinasi obat yang mujarab, fungsi utamanya memang bukan untuk menyembuhkan jerawat namun untuk membunuh bakteri dan sebagai antibiotik agar jerawat tidak semakin parah akibat infeksi dari bakteri.
Cara pemakaian :
Bersihkan wajah menggunakan air bersih lalu keringkan. Campurkan 1 sendok makan kayu manis dengan 2 sendok madu hingga berbentuk seperti pasta. Jadikan sebagai masker dan pakai sekitar 10-15 menit, setelah itu cuci dengan air bersih.

#2 Madu dan Susu/Yogurt
Susu dan yogurt memiliki khasiat yang bagus untuk kulit bahkan rahasia kecantikan ratu cleopatra adalah sering mandi menggunakan susu.
Cara pemakaian :
Campur 1 sendok makan susu/yogurt dengan 1 sendok makan madu kemudian oleskan pada wajah sebagai masker, oleskan berkali-kali hingga menebal kemudian diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu cuci bersih menggunakan air bersih.

#3 Pasta Kulit Jeruk
Vitamin C pada kulit jeruk memiliki khasiat yang bagus untuk menghilangkan jerawat, selain itu kulit jeruk juga memiliki fungsi untuk meremajakan kembali sel-sel kulit yang telah mati.
Cara pemakaian :
Blender kulit jeruk yang dicampur dengan sedikit air hingga lembut. Kemudian bersihkan wajah dengan air dan keringkan. Oleskan pasta kulit jeruk pada wajah dan diamkan selama 20-25 menit. Setelah itu bilas menggunakan air bersih.

#4 Putih Telur
Putih telur memiliki kandungan protein dan vitamin yang baik untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya yang berupa noda atau flek hitam bekas jerawat.
Cara pemakaian :
Pisahkan putih telur dengan kuning telurnya kemudian kocok hingga berbusa. Oleskan pada wajah anda berulang kali setiap mengering dan diamkan selama 20-25 menit. Kemudian bilas menggunakan air hangat menggunakan handuk.

#5 Cuka Apel
Cuka apel memiliki khasiat yang baik untuk wajah yakni dapat menyeimbangkan PH serta mencegah pertumbuhan bakteri. Cuka apel boisa jadi salah satu obat ampuh dalam mengatasi jerawat.
Cara pemakaian :
Sebelum memakai cuka apel usahakan untuk membersihkan wajah anda dengan menggunakan air bersih dan keringkan. Kemudian oleskan cuka apel pada wajah menggunakan kapas dan biarkan selama 10-15 menit. Selanjutnya bersihkan menggunakan air bersih dan gunakan pelembab jika kulit terasa kering.

#6 Lidah Buaya
Lidah buaya yang banyak dipakai untuk rambut ini ternyata juga bagus untuk mengobati jerawat membandel. Lidah buaya mempunyai sifat anti bakteri dan dapat menenangkan serta memiliki sifat anti inflamasi.
Cara Pemakaian :
Bersihkan wajah menggunakan air bersih dan keringkan terlebih dahulu. Kupas kulit lidah buaya dan ambil gelnya, usahakan untuk tetap bersih dari getahnya karena dapat mengakibatkan gatal di kulit. Oleskan pada wajah yang berjerawat dan biarkan selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu bersihkan wajah dengan air bersih atau air hangat.

#7 Pepaya
Pepaya juga dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan jerawat. Buah pepaya memiliki kandungan enzim yang disebut papain yang memiliki fungsi mengurangi peradangan dan mencegah munculnya nanah. Buah pepaya juga dapat menghilangkan sel-sel kulit mati dan membuat wajah lebih lembut dan halus.
Cara pemakaian :
Sediakan 1 buah pepaya kemudian tumbuk hingga halus, kemudian oleskan pada wajah yang telah dibersihkan menggunakan air secara merata. Biarkan selama 15-20 menit kemudian bilas wajah dengan air hangat.

#8 Kulit Pisang
Selain buahnya yang baik untuk kesehatan ternyata kulit pisang juga memiliki fungsi yang baik untuk menghilangkan jerawat. Kulit pisang mengandung lutein sebuah antioksidan yang dapat mengurangi pembengkakan, peradangan serta mendorong sel-sel baru. Dengan menggosokkan kulit pisang pada wajah yang berjerawat saja sudah bisa meredakan rasa tidak nyaman yang disebabkan jerawat.
Cara pemakaian :
Siapkan kulit pisang jenis apa saja, kemudian gosokkan pada wajah yang berjerawat secara melingkar. Biarkan selama kurang lebih 30 menit dan diamkan dengan air bersih.

#9 Stroberi dan Madu
Buah stroberi memiliki kandungan kadar asam salisilat tinggi yang dapat menghilangkan jerawat secara cepat. Asam ini berfungsi untuk membuka pori-pori yang tersumbat dan menetralisir bakteri sehingga tak menyebabkan infeksi.
Cara pemakaian :
Pertama anda bersihkan wajah anda terlebih dahulu menggunakan air bersih kemudian keringkan dengan handuk. Campurkan 3 buah stroberi yang telah dihancurkan dengan 2 sendok makan madu hingga merata. Kemudian oleskan pada wajah anda hingga merata selama kurang lebih 20 menit lalu bersihkan dengan air bersih setelahnya.

#10 Jus lemon
Lemo mengandung vitamin c dan asam nitrat yang berfungsi untuk mengobati jerawat serta membantu pengelupasan kulit.
Cara pemakaian :
Siapkan jus lemon kemudian oleskan pada wajah menggunakan kapas. Jika terasa perih anda dapat menambahkan sedikit yogurt kedalam jus tersebut. Diamkan beberapa saat hingga mengering kemudian bilas dengan air bersih hingga bersih.

#11 Minyak Pohon Teh
Minyak pohon teh dapat melarutkan sebum dan sel-sel kulit mati yang dapat mencegah terjadinya infeksi di bagian bawah permukaan kulit serta mencegah terjadinya infeksi.
Cara pemakaian :
Encerkan minyak pohon teh dengan cara mencampurnya dengan air dengan perbandinga 1:9 (minyak teh 1 tetes banding air 9 tetes). Kemudian sebelum pemakaian bersihkan wajah anda terlebih dahulu menggunakan air bersih setelah itu oleskan pada wajah anda menggunakan kapas hingga merata. Diamkan beberapa saat hingga mengering dan bersihkan menggunakan air setelahnya.

#12 Daun Mint
Mint mmeiliki kandungan mentol yang berfungsi sebagai anti inflamasi dan penghilang nyeri pada jerawat. Mint memang tidak bisa menyembuhkan jerawat namun bisa mmebantu menghilangkan efek kemerahan pada wajah dan juga dapat meredakan pembengkakan yang diakibatkan jerawat.
Cara pemakai :
Hancurkan terlebih dahulu daun mint menggunakan blender atau bisa ditumbuk sendiri. Setalh itu bersihkan wajah menggunakan air bersih dan keringkan baru setelahnya oleskan pada wajah daun mint yang telah halus tadi dan diamkan selama 10-15 menit. Bersihkan dengan air dingin dan lakukan ini secara rutin untuk hasil yang maksimal.

#13 Kentang
Kentang kaya akan kandungan sulfur, kalium, klorida dan fosfor yang sangat baik untuk wajah dan dapat menyembuhkan jerawat yang membandel. Dengan kandungan antioksidan yang tinggi pada kentang dapat mendorong pertumbuhan sel-sel kulit baru dan menyehatkannya.
Cara pemakaian :
Parut 1 buah kentang kemudian gosokkan pada wajah yang telah dibersihkan dengan air kemudian diamkan selama 15-30 menit. Kemudian bilas wajah menggunakan air hangat.

#14 Mandi Uap
Uap memiliki banyak sekali khasiat bagi tubuh manusia salah satunya dapat mengobati jerawat. Cara ini bisa anda lakukan dengan mengunjungi steam yang ada di gym-gym namun jika anda tak terbiasa mengunjungi tempat-tempat tersebut berikut ini adalah alternatif mandi uap secara alami menggunakan bahan-bahan tradisional.
Caranya :
Rebus air hingga mendidih kemudian tuangkan kedalam mangkuk atau wadah besar. Biarkan sesaat sampai suhu air menurun sedikit atau kira-kira sudah tak terlalu panas lagi. Dan posisikan wajah anda diatas mangkuk tersebut serta taruhlah handuk diatas kepala anda. Biarkan uap air panas tersebut membasahi wajah anda sekitar 10-15 menit dan bersihkan air pada wajah sesudahnya menggunakan handuk tadi. Jika dilakukan secara rutin dapat menyembuhkan jerawat.

#15 Masker Baking Soda (Sodium Bicarbonat)
Baking soda atau yang memiliki nama lain sodium bicarbonat mempunyai kandungan antideptik yang dapat melawan bakteri dan jamur pada jerawat serta dapat mengeringkan minyak berlebih pada kulit.
Cara pemakaian :
Campurkan satu kotak baking soda dengan air hingga menjadi seperti pasta. Kemudian oleskan pada wajah dengan gerakan melingkar selama kurang lebih 2 menit. Diamkan terlebih dahulu selama 15-20 menit dan bilas setelahnya menggunakan air bersih.

#16 Oatmeal
Oatmeal mampu menghilangkan jerawat baik dari luar maupun dari dalam.
Cara pemakaian :
Siapkan oatmeal seperti biasanya, dan ketika masih panas tambahkan 2 sendok makan madu dan diamkan sesaat hingga dingin. Selanjutnya oleskan secara menyeluruh pada wajah terutama pada bagian-bagian yang berjerawat dan diamkan selama 20-30 menit lalu bersihkan menggunakan air hangat dan keringkan.

#17 Bawang Putih
Bawang putih memiliki sifat anti bakteri yang sangat ampuh dalam melawan jerawat.
Cara pemakaian :
Ekstrak bawang putih kemudian campur dengan 1 sendok teh air tawar. Gunakan kapas untuk mengolaskannya pada seluruh permukaan wajah. Diamkan sesaat hingga mengering dan bilas setelahnya.

#18 Scrub Gula
Gula putih memiliki khasiat untuk menyingkirkan sel-sel kulit berlebih yang menyebabkan tersumbatnya pori-pori pada wajah. Mencampur gula, madu, air dan minyak zaitun bis amenjadi salah satu obat mujarab untuk membasmi jerawat.
Bahan-bahan :
1 ½ cangkir gula putih
1 ½ cangkir gula merah
1/2 cangkir minyak zaitun ekstra virgin
2-3 sendok makan garam laut kasar
1 kacang vanili
10 sendok makan eksrak vanili murni

Cara pemakaian :
Campurkan 1 ½ cangkir gula merah dengan 1 ½ cangkir gula tambahkan 2 sendok makan garam laut dan aduk hingga merata. Jika anda ingin menambahkan kacang vanili anda bisa mengupasnya terlebih dahulu dan mencampurkannya pada campuran tersebut. Setelah semua bahan dicampur tambahkan minyak zaitun dan biarkan beberapa saat. Setalh itu gunakan sebagai scrub pada wajah anda dan diamkan sekitar 15-20 menit dan bersihkan dengan air bersih setelahnya.

#19 Alpukat dan Madu
Banyak yang beranggapa bahwa buah alpukat dapat menyebabkan jerawat namun sampai saat ini belum terbukti apakah itu benar atau tidak. Akan tetapi kandungan nutrisi dan vitamin yang ada dalam buah alpukat ini ternyata baik untuk menyembuhkan jerawat. Ditambah dengan madu makan akan menjadi obat jerawat yang cukup manjur.
Cara pemakaian :
Campurkan buah alpukat dengan madu hingga berbentuk seperti pasta kemudian oleskan pada bagian wajah yang berjerawat dan diakan selama 15-20 menit lalu bilas dengan air bersih setelahnya.

#20 Teh Hijau
Teh hijau sangat baik digunakan untuk menyembuhkan jerawat secara internal dengan cara dikonsumsi sebagai minuman atau cara ekternal yakni dengan cara menyemprotkannya diwajah.
Cara pemakaian :
Bersihkan wajah anda terlebih dahulu kemudian keringkan. Siapkan satu mangkuk berisi air lalu masukkan daun teh hijau kedalam mangkok tersebut dan didihkan. Selanjutnya diamkan sampai agak dingin dan gunakan pada wajah anda, bisa dengan disemprot maupun mengoleskannya dengan lembut pada wajah menggunakan kain atau kapas.

Nah, demikianlah 20 jenis obat tradisional alami untuk menghilangkan jerawat yang bisa anda coba dirumah. Dengan menggunakan bahan-bahan alami tentu akan mengurangi resiko terhadap kesehatan wajah anda. Selain itu untuk bis amaksimal dalam menangani jerawat anda harus tahu penyebab jerawat dan jenis-jenis jerawat itu apa saja? Sehingga dapat menangani dnegan cara yang tepat. Karena jerawat ada banyak sekali jenisnya mulai dari komedo, jerawat batu dan masih banyak lagi. 

Senin, 29 Agustus 2016

Penginderaan Jauh

Penginderaan Jauh

PENGINDERAAN JAUH
A. Pengertian Pengindraan Jauh (Indraja)
Pengindraan jauh sering disingkat indraja. Menurut Lillesand dan Keifer, indraja adalah ilmu atau teknik dan seni untuk mendapatkan informasi tentang objek / wilayah / gejala dengan cara menganalisis data yang diperoleh dari suatu alat tanpa berhubungan langsung dengan objek/ wilayah / gejala yang sedang dikaji.

B. Komponen Indraja

Komponen-komponen dalam indraja merupakan serangkaian objek yang saling berkaitan dan bekerja sama secara terkoordinasi untuk melakukan pengindraan.
Rangkaian dalam komponen indraja meliputi sumber tenaga, atmosfer, objek, sensor, wahana, perolehan data, dan pengguna data.
  1. Sumber Tenaga
Sumber tenaga dalam proses indraja terdiri atas tenaga alamiah dan tenaga buatan. Tenaga alamiah adalah sinar matahari, sedangkan tenaga buatan adalah berupa gelombang mikro (dari baterai / blitz dll). Fungsi tenaga tersebut adalah menyinari objek permukaan bumi dan memantulkannya pada sensor.
  1. Atmosfer
Molekul-molekul gas yang terdapat di dalam atmosfer tersebut dapat menyerap, memantulkan, dan melewatkan radiasi elektromagnetik. Oleh karena itu, di dalam indraja terdapat istilah jendela atmosfer, yaitu bagian spectrum gelombang elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Dengan demikian keadaan atmosfer sangat berpengaruh terhadap pancaran energi. Keadaan atmosfer dapat menghalangi pancaran sumber tenaga ke muka bumi. Kondisi tersebut berarti menghalangi pula interaksi antara tenaga dan objek.
  1. Interaksi Antara Tenaga dan Objek
Interaksi antara tenaga dan objek dapat terlihat pada ronayang dihasilkan. Tiap-tiap objek memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor. Objek yang mempunyai daya pantul tinggi akan terlihat cerah pada citra, sedangkan objek yang daya pantulnya rendah akan terlihat gelap pada citra. Contohnya, batu gamping yang mempunyai daya pantul tinggi akan terlihat lebih cerah daripada batu granit yang mempunyai daya pantul rendah.
  1. Sensor
a. Sensor
Sensor merupakan alat pemantau yang dipasang pada wahana, baik pesawat maupun satelit. Berdasarkan proses perekamannya, sensor dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sensor fotografik dan sensor elektronik.
1) Sensor fotografik merekam objek melalui proses kimiawi yang dapat dipasang pada pesawat udara maupun satelit (menggunakan negatif film). Sensor fotografik itu menghasilkan foto. Sensor fotografik yang dipasang pada pesawat udara menghasilkan citra foto (foto udara), sedangkan jika dipasang pada satelit menghasilkan citra satelit (foto satelit).
2) Sensor elektronik merupakan sensor yang bekerja secara elektrik dalam bentuk sinyal. Sinyal elektrik yang direkam pada pita magnetic selanjutnya dapat diproses menjadi data visual atau digital dengan menggunakan computer. Sensor elektronik itu menghasilkan citra indraja (lebih dikenal dengan sebutan citra).
  1. Wahana
Wahana adalah kendaraan yang digunakan untuk membawa sensor guna mendapatkan data indraja. Berdasarkan ketinggian peredaran dan tempat pemantulannya di angkasa, wahana dapat di bedakan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.
1) Pesawat terbang rendah sampai menengah, yaitu pesawat yang ketinggian pendaratannya antara 1.000 m dan 9.000 m di atas permukaan bumi.
2) Pesawat terbang tinggi, yaitu pesawat yang ketinggian peredarannya lebih dari 18.000 m di atas permukaan bumi.
3) Satelit, yaitu wahana dengan 900 km di atas permukaan bumi.
  1. Perolehan Data (citra)
Data indraja diperoleh dengan cara manual atau dengan cara numeric (digital). Secara manual dan diperoleh melalui interpretasi citra. Guna melakukan interpretasi citra secara manual diperlukan alat Bantu yang dinamakan steroskop. Steroskop dapat digunakan dengan menggunakan computer.
  1. Pengguna Data
Pengguna data merupakan komponen yang penting dalam sistim indraja, yaitu orang atau lembaga yang memanfaatkan informasi hasil indraja. Jika tidak ada pengguna, data indraja tidak ada manfaatnya. Data indraja sangat bermanfaat untuk memperoleh data special yang dapat digunakan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, kerincian, keandalan dan kesesuaiannya terhadap kebutuhan pengguna sangat menentukan diterima atau tidaknya data hasil indraja oleh pengguna.

C. Citra

Citra merupakan gambaran yang terekam oleh kamera atau sensor. Data indraja juga berupa data visual yang pada umumnya dianalisis secara manual.
Data visual dibedakan menjadi dua, yaitu data citra dan data noncitra. Data citra dalah berupa gambaran yang mirip dengan wujud aslinya atau minimal berupa gambaran planimetri. Data noncitra pada umumnya berupa garis atau grafik.
Citra indraja adalah gambaran suatu gejala atau objek sebagai hasil rekaman dari sebuah sensor, baik dengan cara optic, elekrooptik, maupun elektronik. Citra dibedakan menjadi dua, yaitu citra foto (photographic image) atau foto udara dan citra nonfoto (nonphotographic image)
1. Citra Foto
Citra foto adalah gambaran suatu gejala di permukaan bumi sebagai hasil pemotretan dengan menggunakan kamera. Guna melakukan pemeotretan, kamera tersebut dipasang pada wahana tertentu, contohnya layang - layang, balon udara, atau pesawat terbang. Hasil pemotreran yang menggunakan wahana-wahana itu di sebut foto udara, sedangkan apabila wahana yang digunakan adalah satelit hasilnya disebut foto satelit.
Citra foto dibedakan atas dasar spectrum elektromagnetik yang digunakan, posisi sumbu kamera, sudut liputan kamera, jenis kamera, wahana yang digunakan, dan system wahananya.
a. Spektrum Elektromagnetik yang Digunakan
Berdasarkan spectrum elektromagnetik yang digunakan, citra foto dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu sebagai berikut.
1) Citra foto ultraviolet, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum ultraviolet.
2) Citra foto ortokromatik, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum tampak dari warna biru hingga sebagian warna hijau.
3) Citra foto pankromatik, yaitu citra foto yang dibuat demgan menggunakan seluruh spektrum tampak.
4) Citra inframerah asli, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah.
5) Citra foto inframerah modifikasi, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum tampak dari warna merah dan sebagian warna hijau.
Dari kelima jenis citra foto tersebut yang paling banyak penggunaannya dalam indraja sistim fotografi adalah citra foto panakromatik.
b. Posisi Sumbu Kamera
Berdasarkan posisi sumbu kamera terhadap permukaan bumi citra foto dibedakan menjadi dua jenis, yaitu citra foto vertical dan citra foto condong.
1) Citra foto vertikal, yaitu citra foto yang dibuat dengan posisi sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi. kemiringan sumbu kamera sebesar 10 - 40
2) Citra foto condong, yaitu citra foto yang dibuat dengan posisi sumbu kamera miring, umumnya membentuk sudut sebesar 100 atau lebih. Citra foto condong dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.
a) Citra foto agak condong, yaitu apabila cakrawala tidak tergambar pada citra foto
b) Citra foto sangat condong, yaitu apabila cakrawala tergambar tergambar pada citra foto.
c. Sudut Liputan Kamera
Berdasarkan sudut liputan kamera, citra foto dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu sudut kecil, sudut normal, sudut lebar, dan sudut sangat lebar.
Table, Jenis Citra Foto Berdasarkan Sudut Liputan
Jenis Kamera
Sudut Liputan
Jenis Foto
Sudut kecil
(narrow angel)
<>0
Sudut kecil
Sudut normal
(normal angel)
600 – 750
Sudut normal/ sudut standar
Sudut lebar
(wide angel)
750 – 1000
Sudut lebar
Sudut sangat lebar
(super-wide angel)
> 1000
Sudut sangat lebar
d. Jenis Kamera
Berdasarkan kamera yang digunakan, citra foto dibedakan menjadi dua jenis, yaitu citra foto tunggal dan citra foto jamak.
1) Citra foto tunggal, yaitu citra foto yang dibuat dengan kamera tunggal. Oleh karena itu, setiap objek hanya tergambar dalam satu lembar foto.
2) Citra foto jamak, yaitu citra foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan objek liputan yang sama. Foto jamak dibuat dengan 3 cara, yaitu sebagai berikut.
a) Multikamera, yaitu menggunakan beberapa kamera yang masing-masing diarahkan ke satu objek.
b) Kamera multilensa, yaitu satu kamera dengan beberapa lensa.
c) Kamera tunggal berlensa tunggal dengan pengurai warna.
e. Warna yang Digunakan
Berdasarkan warna yang digunakan, citra foto berwarna dibedakan menjadi 2, yaitu citra foto warna asli (true color) dan citra foto warna semua (false color).
f. Sistem Wahana
Berdasarkan wahana yang digunakan, citra foto dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu citra foto udara dan citra foto satelit.
1) Citra foto udara, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan wahana yang bergerak di udara, contohnya laying-layang, balon udara, dan pesawat terbang.
2) Citra foto satelit, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan wahana yang bergerak di ruang angkasa, umumnya satelit.
2. Citra Nonfoto
Citra nonfoto adalah gambar atau citra tentang suatu objek yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera dengan cara memindai (scanning). Citra nonfoto dibedakan atas dasar spectrum elektromagnetik yang digunakan, sensor yang digunakan, dan wahana yang digunakan.
a. Spektrum Elektromagnetik yang Digunakan
Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra nonfoto dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu citra inframerahtermal, citra radar, dan citra gelombang mikro.
1) Citra inframerah termal, yaitu citra yang dibuat dengan menggunkan spectrum inframerah termal.
2) Citra radar, yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan spectrum gelombang mikro dan sumber tenaga buatan.
3) Citra gelombang mikro, yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan spectrum gelombang mikro.
b. Sensor yang Digunakan
Berdasarkan sensor yang digunakan, citra nonfoto dibedakan menjadi 2, yaitu citra tunggal dan citra multispektral.
1) Citra tungal, yaitu citra yang dibuat dengan dengan menggunakan sensor tunggal.
2) Citra multipektral, yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan sensor saluran jamak.
c. Wahana yang Digunakan
Berdasarkan wahana yang digunakan, citra nonfoto dibedakan menjadi 2, yaitu citra dirgantara dan citra satelit.
1) Citra dirgantara, yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan wahana yang beroperasi di udara atau dirgantara
2) Citra satelit, yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan wahana yang beroperasi di antariksa.
Tabel. PERBEDAAN CITRA FOTO DENGAN CITRA NONFOTO
No
Variabel Pembeda
Jenis Citra
Citra Foto
Citra Nonfoto
1
Sensor
Kamera
Nomkamera, atas dasar pemindaian (scaning).
Kamera yang detektornya bukan film
2
Detektor
Film
Pita magnetic, termistor, foto konduktif, foto voltaic, dan sebagainya
3
Proses perekaman
Fotografi/kimiawi
Elektronik
4
Mekanisme Perekaman
Serentak
Parsial
5
Spektrum Elektromagnetik
Tampak dan Perluasannya
Tampak dan perluasannya, termal, serta gelombang mikro.

D. Interpretasi Citra

Interpretasi citra adalah kegiatan menafsir, mengkaji, mengidentifikasi, dan mengenali objek pada citra, selanjutnya menilai arti penting dari objek tersebut. Di dalam interpretasi citra terdapat 2 kegiatan utama, yaitu pengenalan benda (objek) dan pemanfaatan informasi.
Langkah-langkah yang umum dilakukan untuk memperoleh data indraja adalah mendeteksi, mengidentifikasi, dan menganalisis objek pada citra sehingga dapat bermanfaat bagi berbagai bidang.
1. Unsur Interpretasi Citra
Pengenalan terhadap objek merupakan bagian penting dalam interpretasi citra. Oleh karena itu, tanpa mengenal identitas dan jenis objek yang tergambar pada citra tidak mungkin dapat melakukan analisis terhadap citra guna pemecahan suatu masalah. Prinsip pengenalan objek pada citra didasarkan atas penyelidikan karakteristik objek tersebut yang ada pada citra. Berbagai karakteristik untuk mengenali objek pada citra disebut unsure interpretasi citra.
Tanpa 8 unsur atau karakteristik interpretasi citra yang secara berurut atau bertingkat (hirarki), yaitu rona dan warna, bentuk, ukuran, tektur, pola, bayangan, sertaasosiasi.
a. Rona dan Warna
Rona adalah tingkat kecerahan atau kegelapan suatu objek yang terdapat pada citra. Rona suatu objek sangat dipengaruhi oleh cuaca, arah datang sinar Matahari, dan waktu pemotretan. Oleh karena itu, rona berbeda sesuai sifat pantulan benda (objek). Pada citra hitam putih tingkat kegelapan dari hitam ke putih atau sebaliknya, sedangkan pada citra berwarna ada tingkat kegelapan pada setiap warna.
b. Bentuk
Bentuk mencerminkan konfigurasi atau kerangka objek, baik bentuk umum (shape) maupun bentuk rinci (form) untuk mempermudah pengenalan benda. Contoh pengenalan bentuk objek yang terdapat pada foto adalah sebagai berikut.
1) Stadion olah raga pada umumnya berbentuk lingkaran atau pesegi panjang.
2) Bangunan sekolah pada umumnya terlihat berbentuk seperti huruf I, U, L, atau persegi panjang.
c. Ukuran
Termasuk dalam unsur ukuran adalah jarak, luas, volume, ketinggian tempat, dan kemiringan. Ukuran dapat mencirikan objek sehingga menjadi pembeda dengan objek sejenis yang lain. Contohnya, ukuran rumah pemukiman berbeda dengan kantor atau daerah industri. Ukuran objek yang ada pada foto udara dpat diketahui dengan membandingkan skala foto udara.
d. Tekstur
Tekstur adalah frekuensi perubahan atau pengulangan rona pada citra. Tekstur dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu halus, sedang, dan kasar. Contohnya, hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang, sedangkan semak-semak bertekstur halus.
e. Pola
Pola adalah kecenderungan bentuk suatu objek, misalnya pola aliran sugai, pola permukiman penduduk, dan pola jaringan jalan. Contohnya, dalam pola aliran sungai dikenal pola dendritik, sentrifungal, dan sentripetal, sedangkan pada pola permukiman penduduk dikenal pola linier, bergerombol, dan menyebar.
f. Bayangan
Bayangan yang berbentuk pada suatu objek sangat dipengaruhi oleh arah datangnya sinar Matahari. Apabila pemotretan dilakukan pada pagi hari, bayangan objek ada di sebelah barat. Apabila pemotretan dilakukan pada siang hari, bayangan objek tidak tampak. Apabila pemotretan dilakukan pada sore hari, bayangan objek ada di sebelah timur. Oleh karena itu, arah bayangan dapat digunakan untuk menentukan arah orientasi foto udara.
g. Situs
Situs adalah tempat kedudukan suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Situs bukan merupakan ciri objek secara langsung, tetapi dalam kaitannya dengan lingkungan sekitar. Contohnya, daerah persawahan terdapat di dataran rendah, sedangkan permukiman penduduk biasanya memanjang mengikuti jalan, sungai, atau pantai.
h. Asosiasi
Asosiasi adalah hubungan antara suatu objek dan objek lain di sekitarnya. Karena adanya asosiasi itu, tampilan suatu objek pada citra sering merupakan petunjuk bagi adanya objek yang lain. Misalnya, perkampungan biasanya dekat dengan jalan dan lahan pekarangan yang ditumbuhi tanaman.
2. Teknik Interpretasi Citra
Teknik interpretasi citra adalah cara khusus untuk melaksanakan metode indraja secara ilmiah. Teknik interpretasi citra terdiri atas cara-cara interpretasi dengan mempertimbangakan kemudahan pelaksanaan interpretasi, akurasi hasil interpretasi, atau jumlah informasi yang diperoleh
Cara-cara interpretasi ilmiah tersebut terdiri atas data acuan, kunci interpretasi citra, penanganan data, pengamatan stereoskopis, metode pengkajian, dan penerapan konsep.
a. Data Acuan
Citra menyajikan gambaran lengakap yang mirip dengan wujud dan letak sebenarnya. Akan tetapi, masih diperlukan data lain untuk lebih meyakinkan hasil iterpretasi. Data lain ini disebut data acuan karena tidak diperoleh dari citra indraja. Data acuan dapat berupa keputusan, peta, hasil kerja lapangan, atau data-data lain yang sifatnya melengkapi data yang terdapat dalam citra. Oleh karena itu, data acuan berguna untuk membantu proses interpretasi, analisis, dan verifikasi hasilnya.
Meskipun citra menyajikan gambaran lengkap, pada umumnya masih perlu dilakukan kegiatan lapangan (observasi). Observasi tersebut dilakukan untuk menguji atau meyakinkan kebenaran hasil interpretasi citra yang telah dilakukan. Observasi atau uji medan (field check) perlu dilakukan terutama pada tempat-tempat yang hasil interpretasinya meragukan.
Hasil interpretasi citra yang memerlukan ujian medan antara lain dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini.
1) Kualitas citra meliputi skala, sesolusi, dan informasi yang harus diinterpretasi.
2) Jenis interpretasi atau analisisnya
3) Tingkat ketelitian yang diharapkan
4) Pengalaman dan pengetahuan pengguna dalam melakukan interpretasi
5) Kondisi medan
6) Ketersediaan data acuan
b. Kunci Interpretasi
Kunci interpretasi citra pada umumnya berupa potongan citra yang telah diinterpretasi, diyakinkan kebenarannya, dan diberi keterangan. Keterangan itu meliputi jenis objek yang digambarkan, unsur interpretasi, serta keterangan tentang citra meliputi jenis, skala, waktu perekaman, dan lokasi.
c. Penanganan Data
Data yang tersimpan dalam citra perlu dijaga agar tidak menimbulkan goresan atau sampai terhapus. Oleh karena itu, perlu penanganan yang hati-hati terhadap setiap citra.
Cara sederhana untuk mengatur citra dengan baik antara lain sebagai berikut.
1) Menyusun citra tiap satuan perekaman atau pemotretan secara numerik
2) Menyusun tumpukan citra sesuai dengan urutan interpretasi yang akan dilaksanakan dan meletakkan penyekat di antaranya.
3) Menyusun tumpukan citra sehingga menunjukan jalur terbang membentang dari kiri ke kanan terhadap arah pengamat.
4) Meletakkan citra pembanding di sebelah citra yang akan diinterpretasi.
5) Pada saat citra dikaji, tumpukan menghadap ke bawah dalam urutannya.
d. Pengamatan Stereoskopis
Pengamatan stereoskopis adalah kegiatan menafsir citra dengan menggunakan alat bantu yang dinamakan stereoskop. Salah satu syarat dapat dilakukannya pengamatan stereoskopis adalah adanya daerah yang bertampalan. Pengamatan stereoskopis pada citra yang bertampalan menimbulkan gambaran tiga dimensi. Jenis yang umum untuk pengamatan stereoskopis adalah citra foto udara. Perwujudan tiga dimensi pada citra foto udara memungkinkan adanya pengukuran beda tingi dan kemiringan lereng sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan peta kontur.
e. Metode Pengkajian
Metode pengkajian adalah suatu cara yang bersistem dalam menelaah atau melakukan penyelidikan terhadap objek. Interpretasi citra pada umumnya mengikuti metode tertentu, yaitu dimulai dari pertimbangan yang bersifat umum ke objek khusus yang belum diketahui. Perwujudan umum dapat diartikan sebagai perwujudan regional, sedangkan perwujudan khusus dapat diartikan sebagai berwujudan local.
Secara umum ada dua metode pengkajian dalam interpretasi citra. Pertama, melakukan pengamatan ke seluruh wilayah disertai pengambilan data. Kedua, melakukan pengamatan ke seluruh wilayah, tetapi data yang diambil hanya pada tempat-tempat tertentu.
f. Penerapan Konsep
Cara perolehan dan analisis data indraja dikenal dengankonsep multi, yaitu multispektrum, multitingkat, multitemporal, multiarah, multipolarisasi, dan multidisiplin.
1) Multispektrum, yaitu interpretasi citra dan analisisnya dengan memanfaatkan banyaknya warna.
2) Multitingkat, yaitu adanya perbedaan ketinggian terbang atau orbit wahana pada saat melakukan indraja.
3) Multitemporal, yaitu data suatu objek yang tergambar dalam citra menggambarkan kondisi dan waktu perekaman yang berbeda-beda.
4) Multi arah, yaitu posisi sensor yang dapat diatur ke segala arah dapat meningkatkan kemampuan pengadaan data indraja, terutama di daerah tropika yang banyak tertutup awan.
5) Multipolarisasi, yaitu objek yang terekam oleh sensor mengikuti bidang horizontal atau vertical.
6) Multidisiplin, yaitu data yang terdapat dalam citra dapat dimanfaatkan untuk berbagai keikmuan.
E. Langkah-langkah untuk mendapatkan data indraja:
1. Deteksi
Mendeteksi objek yang terekam pada foto udara maupun foto satelit

2. 
Identifikasi
Mengidentifikasi objek berdasarkan :
a. ciri spektral (ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik dengan benda).
b. ciri spasial (ciri yang terkait dengan ruang misal bayangan, bentuk, asosiasi, pola, bentuk dan ukuran).
c. ciri temporal (ciri yang terkait dengan umur obyek dan waktu saat perekaman)

3. 
Pengenalan
Pengenalan objek dilakukan untuk mengklasifikasikan objek yang tampak pada citra berdasarkan pengetahuan tertentu.
4. Analisis
Analisis bertujuan untuk mengelompokkan objek yagn mempunyai cirri-ciri yang sama.
5. Deduksi
Deduksi merupakan pemrosesan citra berdasarkan objek yang terdapat pada citra kea rah yang lebih khusus.

6. 
Klasifikasi
Klasifikasi meliputi deskripsi dan pembatasan (delineasi) dari objek yang terdapat pada citra.
7. Idealisasi
Idealisasi merupakan penyajian hasil interpretasi citra ke dalam bentuk peta yang siap pakai.
F. Manfaat Indraja
Tujuan utama indraja adalah merekam objek untuk mengumpulkan data sumber daya alam dan lingkungan. Hingga saat ini indraja semakin banyak dimanfaatkan, antara lain karena alas an-alasan berikut ini.
  1. Citra menggambarkan objek dipermukaan bumi dengan wujud dan letak objek mirip yang sebenarnya, gambar relatif lengkap, liputan daerah yang luas, dan sifat gambar yang permanen.
  2. citra tertentu dapat memberi gambar tiga dimensi jika dilihat dengan menggunakan stereoskop. Gambar tiga dimensi itu sangat menguntungkan, antara lain karena menyajikan model objek (medan) yang jelas, relative lebih jelas, memungkinkan pengukuran beda tinggi, memungkinkan pengukuran lereng, dan memungkinkan pengukuran volume.
  3. citra dapat menggambarkan benda yang tidak tampak sehingga dimungkinkan pengenalan objeknya. Sebagai contoh adalah terjadinya kebocoran pipa bawah tanah.
  4. citra dapat dibuat secara cepat meskipun pada daerah yang sulit ditempuh melalui daratan, contohnya hutan, rawa, dan pegunungan.
  5. citra sebagai satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.